Minggu, 14 Oktober 2018

Om sera

Kali ini di blog yang sederhana yang saya buat ini. Saya akan membahas sebuah grup musik dangdut yang bernama Om sera. Sudah tak di pungkiri lagi bahwa musik dangdut menjadikan ciri khas di daerah indonesia. Bagi penikmat musik dangdut khas jawa timuran pasti tidak aneh lagi dengan grup musik yang bernama sera ini.

SERA diadaptasi dari kata SElera RAkyat, dengan tujuan ingin mempersembahkan segala jenis music sesuai selera rakyat Indonesia.
Sera terbentuk tahun 2003 yang digawangi oleh Moch. Sholeh (selaku pimpinan Sera), Sukir (management Sera), dan Suto (Ast. Manager).
Pada mulanya posisi kendang/drumer dipegang oleh Slamet, Lambang pada bass, Wito pada melody, Wahono pada rhtym, Alex pada tamborin, Wiwin pada suling, Nuri pada keyboard 1, dan Acik pada keyboard 2, Aripin selaku Host saat itu.
Setelah sukses pada show perdananya pada tanggal 20 September 2003, secara tak sengaja CD dokumentasi beredar luas, dengan single andalannya yang berjudul Yang oleh Brodin, Sera berhasil merebut perhatian masyarakat, bahkan CDnya sudah sampai ke mancanegara.
Hal ini berpengaruh pula pada show – show Sera selanjutnya yg kemudian merambah hingga ke wilayah Jawa Tengah. Saat itu Sera merupakan satu satunya group orkes Jatim yg berhasil menguasai job – job di kawasan Jateng.
Tak heran, group Sera harus menginap seminggu lamanya untuk memanjakan para penggemarnya, dari panggung satu ke panggung lainnya sesuai undangan panitia di kawasan pesisir tersebut.
Lewat acara Sedekah laut tak lupa pula tradisi Sawer masyarakat setempat yang mampu meraup hingga jutaan rupiah. Seiring berjalannya waktu, terjadi perombakan di tubuh Sera, karena kesibukan lain Wahono selaku pemegang rhtym terpaksa harus mengundurkan diri, dia kemudian digantikan oleh Prawito atau kerap disapa cak Pra.
Belum selesai sampai disitu, Slamet, Alex & Lambang yang notabene sebelumnya memang personil PALAPA lama – lama tak bisa mensinkronkan kedua orkes ini karena jadwal yang sering berbarengan.
Alhasil mereka terpaksa harus memilih salah satu orkes, dan akhirnya mereka kembali ke pelukan Palapa.
Mereka digantikan oleh Ipan (Drum/kendang), Wasis (tamborin), dan Yetno (bassist).
Acikpun terpaksa harus bersolo keyboard karena Nuri (keyboard 1) menyusul keluar kemudian.
Dengan format baru ini Sera menemukan karakteristik unik yaitu Koplo Jap (koplo jingkrak) & dangdut tabla.
Pertengahan tahun 2006 Sera kembali kehilangan musisinya, Wito (melody) memilih mengundurkan diri karena usaha sampingan yang digelutinya sukses besar.
Sebagai gantinya ditemukanlah Djoyo Gunawan alias Bodrex.
Sebagai pelengkap keyboard 2 masuklah kemudian Imam Sariban. Kekompakan personil Sera melahirkan temuan variasi – variasi baru dalam bermusik, dari keroncong, bossanova, reggae, blues, remix, jazz hingga kepangan berhasil di mix dengan sangat apik.
Variasi ini sempat menjadi trendsetter musik di Jawa Timur bahkan Jakarta. Akhir tahun 2008 Acik (keyboard 1) harus rehat sementara dari dunia entertain karena tugas Negara.
Dia digantikan oleh Didit Samohong.
6 bulan berjalan Imam Shariban dalam kebimbangan, dia harus memilih antara Sera & Sonata (group orkes yang telah membesarkan namanya) akhirnya dia memilih kembali ke orkes Sonata.
Kekosongan ini kemudian diisi kembali oleh Acik.. Dengan ini Sera berharap akan lebih eksis dan mampu bersaing di belantika music Indonesia. Dan inilah nama nama personil saat ini, meliputi :
1. Ipank/Irvan (Drum/Kendang)
2. Suprayitno (Bass)
3. Djoyo/Bodrex(Melody)
4. Prawito (Rithem)
5. Saiful (Suling)
6. Aris (Keyboard1)
7. Didit (Keyboard2)
8. Wasis (Tamborin)

O A O E
Saat ini SERA identik dengan kata OAOE.
Pencipta OAOE secara group adalah SERA, namun secara pribadi adalah WASIS selaku pemegang tamborin, bahkan mereka mengartikan OAOE adalah Ora serA Ora Enak.
Jika ada yang mengartikan OAOE dan mengganti dengan nama orkes lain pun SERA tidak peduli, Bahkan wasis mengatakan bangga jika OAOE dipakai di semua kalangan grup orkes dangdut, karena karya nya di terima di mata masyarakat.

KARAKTERISTIK MUSIK
Di masa sekarang banyak orkes dangdut bahkan di seluruh pelosok.
SERA memiliki perbedaan yang sangat jauh jika di bandingkan orkes lain.
Jaman sekarang Rata rata 80% Semua orkes memakai kendang kempul plus tabla, bahkan ada yang full durasi 1 lagu.
SERA lebih identik dengan dangdut koplo
berikut link download kumpulan lagu OM sera feat Via vallen



Selasa, 08 Mei 2018

One ok rock



One Ok Rock (ditulis sebagai ONE OK ROCK) adalah band rock Jepang yang dibentuk tahun 2005. Band ini beranggotakan Taka, Toru, Ryota, dan Tomoya. Pada awalnya band ini memiliki lima anggota, namun gitaris Alex keluar pada tahun 2009

Anggota 
 
 

  •  Toru (山下 亨 Yamashita Tōru, lahir 7 Desember 1988 di Osaka), pemimpin sekaligus gitaris, vokal, mantan anggota grup hip-hop Heads bersama Ryota.
 
  • Ryota (小浜 良太 Kohama Ryōta, lahir 4 September 1989 di Osaka), bass, mantan anggota grup hip-hop Heads bersama Toru.
 
  • Tomoya (神吉 智也 Kanki Tomoya, lahir 27 Juni 1987 di Hyogo), drum
Mantan anggota
  • Alex (鬼澤アレクサンダー礼門 Onizawa Alexander Reimon?, lahir 19 Maret 1988 di San Francisco), gitaris
  • Tomo (小柳友 Koyanagi Yuu?, lahir 29 Agustus 1988 di Kyoto), pemain drum, keluar Juni 2006 untuk berakting.

Awal perjalanan Karir band ini

Band ini dibentuk oleh Toru Yamashita yang ingin mendirikan band ketika masih murid sekolah menengah atas. Ia mengajak seorang kawan bernama Ryota Kohama, temannya di grup tari hip hop bernama Heads. Ryota disuruhnya belajar main bass, dan Alex Onizawa diajaknya untuk bergabung. Setelah melihat permainan Taka Moriuchi bersama band lagu daur ulang, Toru mengajaknya untuk bergabung. Tomoya Kanki sudah melengkapi formasi awal mereka sebagai pemain drum sejak tahun 2006, tapi dia baru dijadikan anggota resmi ketika band ini melakukan debutnya pada tahun 2007.
Nama band, One Ok Rock berasal dari frasa bahasa Inggris one o'clock yang berarti pukul 1.00 tepat. Mereka dulunya berlatih band setiap akhir pekan pukul 1.00 dini hari, sehingga 1 o'clock dijadikan nama band mereka. Bahasa Jepang tidak mengenal perbedaan antara r dan l sehingga o'clock disebut o'crock; oc diganti menjadi Ok hingga akhirnya ok rock dipakai mereka sebagai nama band.
Pada 5 April 2009, Alex ditahan setelah ditangkap karena meraba-raba paha mahasiswi berusia 21 tahun di kereta api. Ia mengakui kesalahan dan kasusnya diselesaikan di luar pengadilan,Namun penangkapan Alex menyebabkan singel berikutnya dari band ini, "Around the World Shounen" batal dirilis dari rencana sebelumnya 6 Mei 2009. Lagu itu rencananya akan dipakai untuk drama televisi God Hand Teru. Tur keliling Jepang yang sudah disiapkan mereka juga batal.Pada Mei 2009, band ini mengumumkan kalau mereka akan meneruskan One Ok Rock tanpa Alex

Singel "Kanzen Kankaku Dreamer" dirilis 3 Februari 2010, dan sampai di urutan ke-9 tangga singel mingguan Oricon. Mereka lalu merilis album studio keempat, Niche Syndrome pada 9 Juni 2010, diikuti singel berikutnya, "Answer is Near" pada 16 Februari 2011.Singel sisi A ganda pertama dari band ini berjudul "Re:make/No Scared", dirilis 20 Juli 2011. Lagu "No Scared" dijadikan tema utama permainan video Black Rock Shooter.Album kelima, Zankyo Reference dirilis 5 Oktober 2011.
Singel "The Beginning" dirilis pada 22 Agustus 2012. Singel ini dipakai sebagai lagu tema film aksi yang diadaptasi dari manga Rurouni Kenshin.
One Ok Rock juga akan mengeluarkan album baru bertajuk "35XXXV" pada tangga 11 Februari 2015 mendatang.

Album
Tahun Judul                        Tangga                          Oricon
                            Mingguan                             
8
Penjualan
2007 Zeitakubyō
  • Dirilis: 21 November 2007
15 26.000
2008 Beam of Light
  • Dirilis: 28 Mei 2008
17 13.000
Kanjō Effect
  • Dirilis: 12 November 2008
13 22.000
2010 Niche Syndrome
  • Dirilis: 9 Juni 2010
4 28.000
2011 Zankyo Reference
  • Dirilis: 5 Oktober 2011
2 105.00  

 EP album

ahun Judul                Tangga                  Oricon
            Mingguan
[8]
Penjualan
2006 One Ok Rock
  • Dirilis: 21 November 2006
11.200
Keep It Real
  • Dirilis: 28 Mei 2006
102 5.300

 

 

Selasa, 06 Desember 2016

fear and loathing in las vegas

dalam perkembangan musik di dunia, banyak genre-genre yang di suguh kan dari beberapa negara yang menampilkan kreatifitas seni nya lewat musik seperti asia. dan dari beberapa genre serta perkembangan jaman dan jenis musik yang semakin modern.
seperti jepang dan indonesia . kali ini saya akan mengupas beberapa band-band jepang yang saya sendiri sangat menyukai karya seni nya yang memadukan genre electronic metalcore/digital hardcore

Fear and loathing in las vegas

band ini awal nya di bentuk  oleh mantan anggota band ending for a star and blank time siapa lagi kalo bukan keisuke Minami pada awal musim panas 2008 di kobe, hyogo, jepang
ini dia penampakan nya
di lihat dari tema nya , band ini memberikan jenis musik yang sangat berbeda dengan memadukan unsur electronica dan teriakan nada tinggi dan rendah dan di balut dengan suara scream dari vokalis.
yang membedakan  dengan band ini suara scream dari sang vokalis sambil memainkan piano electronica.
pada awalnya band ini hanya beranggotakan 5 orang , dan setelah mencari clean vocal secara luas
akhirnya So (mantan anggota bombreligion) akhirnya resmi bergabung dan menjadi anggota ke enam di band ini.
berikut anggota dalam band ini
1. so ( aoi takeda ) : clean vocal
2. keisuke minami : second vocal
3. tomonori : drum
4. sxun : guitar
5. taiki : second guitar
6. kei : bass
 mantan anggota : mashu

sejarah
pada tahun 2010, PAC menggunakan lagu mereka yang berjudul evolution (entering the new world) ketika bergulat di dragon gate.

pada tahun 2011 , lagu yang berjudul "jump around" dari album nextreme di pilih menjadi soundtrack video game pro evolution soccer 2013. silahkan bagi yang ingin mendengarkan lagu nya sudah saya siapkan link nya di bawah ini